Rabu, 11 Feb 2026

Buka Retret ASN Nasrani, Gubernur Anwar Hafid Didampingi Wagub Sulteng : Dorong Kinerja Luar Biasa

waktu baca 2 menit
Selasa, 10 Feb 2026 05:46 0 52 Redaksi PORTALMETRO.ID

PORTALMETRO.ID, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si ,didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Novalina, secara resmi membuka kegiatan Retret Aparatur Sipil Negara (ASN) Nasrani di Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan retret lanjutan ini dilaksanakan di Gereja GPID Jemaat Pniel, Jalan Cik Ditiro, Palu, dan diikuti oleh lebih dari 800 peserta yang terdiri dari pejabat Eselon II, III, IV, serta PNS dan PPPK Kristen di lingkungan Pemprov Sulteng. Retret ini dikoordinatori oleh Dr. Adiman, S.H., M.Si.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Jemaat GPID, pimpinan Gereja Katolik Palu, serta para tokoh gereja dan pemuka umat Nasrani.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menjelaskan bahwa retret merupakan salah satu metode penguatan kepemimpinan yang banyak digunakan dalam manajemen modern, termasuk dalam tradisi militer.

Menurutnya, retret adalah momentum untuk mundur sejenak, melakukan refleksi mendalam, dan menyusun kembali strategi untuk melangkah lebih kuat ke depan.

“Retret bukan hal baru. Dalam sejarah militer, retret dilakukan ketika pasukan perlu menenangkan diri, mengevaluasi, lalu kembali maju dengan strategi yang lebih matang. Prinsip ini relevan dalam kepemimpinan dan pemerintahan,” ujar Gubernur.

Ia juga menjelaskan alasan pelaksanaan retret di rumah ibadah. Selain pertimbangan efisiensi, rumah ibadah dinilai sebagai tempat paling aman dan tepat untuk membangun kesadaran batin dan moral seorang pemimpin.

“Kalau di rumah ibadah saja seorang pemimpin tidak memiliki kesadaran, maka di tempat lain akan lebih sulit. Kesadaran teologis adalah fondasi utama yang akan melahirkan kesadaran sosial dan ilmiah, serta berdampak langsung pada kualitas kinerja,” tegasnya.

Anwar Hafid menekankan bahwa kesadaran iman akan mendorong ASN bekerja bukan karena pengawasan, tetapi karena tanggung jawab moral dan keyakinan bahwa Tuhan selalu menyertai setiap tugas dan keputusan.

“Kinerja Provinsi Sulawesi Tengah sudah baik, tetapi kita tidak ingin berhenti di situ. Kita ingin kinerja yang luar biasa. Dan itu hanya bisa dicapai jika kesadaran iman dan integritas benar-benar hidup dalam diri setiap ASN,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sejarah kemerdekaan Indonesia membuktikan bahwa bangsa ini dibangun bukan dengan kekuatan senjata modern, melainkan dengan keyakinan, keberanian, dan pertolongan Tuhan.

Nilai inilah yang menurutnya perlu kembali dihidupkan dalam birokrasi dan kepemimpinan.

Retret ASN Nasrani ini akan dilanjutkan dengan keterlibatan tenaga fungsional pada hari berikutnya hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Ke depan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen menjadikan retret sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun karakter, integritas, dan kinerja aparatur. ****

Redaksi PORTALMETRO.ID

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA