Musim Panas,Data RSUD H.Padjonga Daeng Ngalle Ungkap Lonjakan ISPA dan Diare Diderita Warga Takalar
PORTALMETRO.ID, Takalar -- Cuaca Musim panas dan kondisi lingkungan yang kering mulai menjadi perhatian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Padjonga Daeng Ngalle Takalar. Dalam sepekan terakhir, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare disebut menjadi sejumlah penyakit yang menonjol dan banyak dirujuk dari puskesmas.
Direktur RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle Takalar, dr. H. Ruslan Ramli, M.Amd,Kes.,mengatakan informasi tersebut diperoleh dari data yang diinput fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas.
“Jadi datanya, daerah ini banyak ini, itu di-input dari puskesmas terdepan,” kata Ruslan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, (24/08/2026).
Menurut Ruslan, ISPA menjadi salah satu penyakit yang cukup banyak dirujuk puskesmas dalam sepekan terakhir. Kondisi cuaca panas, kata dia, turut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.
“Yang paling banyak rujukan dari puskesmas, salah satunya ISPA dalam pekan ini,” ujarnya.
“Itu biasanya ada pengaruh, ada imbas dari cuaca musim panas ini, El Nino,” kata Ruslan.
Selain ISPA, diare juga masuk dalam penyakit yang menonjol. Ruslan mengaitkannya dengan faktor air dan makanan yang dikonsumsi masyarakat, terutama ketika kondisi cuaca sedang ekstrem.
“Di samping itu, yang juga menonjol di antaranya diare. Diare itu ada karena cuaca ekstrem,” ujarnya.
“Diare itu biasanya pengaruh dari air atau dari makanan,” lanjutnya.
Untuk ISPA, Ruslan menyebut paparan debu dan asap perlu diwaspadai, terutama ketika kondisi lingkungan kering.
“ISPA kan debu, asap. Makanya dianjurkan tetap memakai masker,” katanya.
Data Rawat Inap
Data RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle, menunjukkan sejumlah penyakit saluran pernapasan dan pencernaan juga masuk dalam daftar diagnosis yang cukup banyak ditangani selama Juli 2026.
Pada layanan rawat inap, functional dyspepsia menjadi diagnosis terbanyak dengan 44 kasus. Posisi berikutnya gastroenteritis dan colitis yang tidak spesifik sebanyak 43 kasus, disusul pneumonia 37 kasus.
Cerebral infarction tercatat 28 kasus, sementara campak dengan komplikasi pneumonia sebanyak 27 kasus.
Selain itu, terdapat 21 kasus typhoid fever dan 21 kasus acute cystitis. Infeksi saluran kemih tercatat 19 kasus, intervertebral disc displacement 16 kasus, serta infeksi saluran pernapasan atas akut sebanyak 15 kasus.
Data tersebut menunjukkan gangguan saluran pencernaan dan pernapasan masih menjadi bagian dari persoalan kesehatan yang ditangani RSUD Takalar.
Rawat Jalan Didominasi Diabetes
Pada layanan rawat jalan, diabetes dengan komplikasi sirkulasi perifer menjadi diagnosis terbanyak sepanjang Juli 2026, yakni 482 kasus.
Berikutnya necrosis of pulp atau kerusakan jaringan pulpa gigi sebanyak 285 kasus dan gangguan psikotik tidak spesifik 277 kasus.
Gonarthrosis tercatat 235 kasus, cerebral infarction 228 kasus, dan hipertensi sebanyak 211 kasus.
Selain itu, terdapat 203 kasus anxiety disorder, 202 kasus katarak, 175 kasus thyrotoxicosis dengan diffuse goitre, serta 168 kasus intervertebral disc displacement.
Ruslan mengimbau masyarakat lebih memperhatikan kondisi kesehatan di tengah cuaca panas dan lingkungan yang berdebu.
Kebersihan air dan makanan, menurut dia, perlu menjadi perhatian untuk menekan risiko gangguan pencernaan. Sementara masyarakat yang beraktivitas di lingkungan berdebu atau terpapar asap dianjurkan menggunakan masker.
Imbauan tersebut menjadi penting karena kondisi lingkungan yang kering dapat meningkatkan paparan debu dan asap, sementara kebersihan air serta makanan tetap menjadi faktor yang harus diperhatikan untuk mencegah diare.
Bagi RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle Takalar, data penyakit tersebut menjadi salah satu gambaran kondisi kesehatan masyarakat yang perlu terus dipantau, khususnya ketika perubahan cuaca mulai berdampak terhadap aktivitas dan lingkungan warga.****
Editor : Manrajai Daeng Ngawing.
Sumber : Puang Fathir.