Gubernur Anwar Hafid Mengajak 32 Perusahaan Tambang Perbaiki Jalan di Morowali

Nasional 15 Jun 2026 13:54 4 min read 231 views By Muhammad NurNas

Share berita ini

Gubernur Anwar Hafid Mengajak 32 Perusahaan Tambang Perbaiki Jalan di Morowali
Gubernur Anwar Hafid Mengajak 32 Perusahaan Tambang Perbaiki Jalan di Morowali

PORTALMETRO.ID, Jakarta - Gubernur Sulawesi Tengah Dr.H.Anwar Hafid,M.Si ,Kembali bangun kemitraan strategis dengan mengajak sejumlah perusahaan tambang mineral, nikel dan bebatuan untuk bergotongroyong perbaikan jalan provinsi sepanjang 43 kilometer di wilayah Kabupaten Morowali, pada Hari Ini Senin (15/6/2026).

Ruas jalan tersebut adalah jalan provinsi Buleleng - Matarape di Morowali sepanjang 43 kilometer itu yang rencana perbaikannya melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) oleh sekitar 32 perusahaan tambang di Morowali.

Perusahaan-perusahaan tambang itu membentuk konsorsium untuk mengerjakan perbaikan jalan Buleleng - Matarape.

Sebelumnya, dimulai dari Sigi Gubernur Anwar Hafid, meresmikan pengembangan ruas jalan yang menghubungkan Desa Boladangko hingga Banggaiba, Kabupaten Sigi, Kamis (2/4/2026). 

Proyek ini menjadi bagian dari implementasi Program BERANI Lancar, yang difokuskan pada peningkatan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah.

Adalah CSR PT Anugerah Lestari Power yang mengerjakan ruas jalan Boladangko hingga Banggaiba ini sepanjang 60 kilometer dengan lebar 10 meter.

Kemudian pada Rabu (10/6/2026) lalu di Jakarta Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, yang berhasil membangun kemitraan dengan 16 perusahaan tambang untuk bergotongroyong memperbaiki jalan Ruas Jalan Towi–Kolonodale.

Sekitar Rp,355 miliar dana CSR dari 16 perusahaan tambang untuk mendukung pembangunan ruas jalan provinsi Towi - Kolonodale itu.

Anwar Hafid dihadapan 32 perusahaan tambang asal Morowali di Hotel Mercure Jakarta Senin (15/6/2026), menjelaskan bahwa inisiatif untuk gotongroyong pembangunan perbaikan jalan provinsi ini berangkat dari program efisiensi anggaran sejak tahun 2025 dimana Pemprov Sulteng mengalami pemotong anggaran kurang lebih Rp,500 miliyar. 

Kemudian kata Anwar Hafid pada tahun 2026, pusat melakukan pemotongan lagi APBD Sulteng sebesar Rp,1,2 triliun, sehingga total APBD yang sebelumnya mencapai kurang lebih Rp,5 triliun tersisa kurang lebih Rp,4,3 triliun.

"Sehingga kami meminta partisipasi para pengusaha tambang di wilayah Sulteng untuk membantu atau ikut bergotongroyong perbaikan jalan yang ada berdekatan dengan lingkungan pertambangannya dengan skema dibiayai dari dana CSR perusahaan,"ujarnya.

Dan kata Anwar Hafid perbaikan jalan itu dikerjakan sendiri oleh perusahaan pertambangan pemegang IUP dengan menunjuk kontraktor sendiri untuk mengerjakan ruas-ruas jalan tersebut.

Sehingga pemprov Sulteng hanya menerima hibah aset setelah selesai dikerjakan. Namun demikian Pemprov Sulteng dalam hal ini Dinas Binamarga dan Penataan Ruang (Binatarung) tetap melakukan pengawasan secara teknis.

"Jadi pemprov Sulteng itu tidak menerima uang tunai dari CSR konsorsium Perusahaan tambang tersebut, tapi hanya menerima hibah aset ruas jalan yang dikerjakan oleh para pengusaha pertambang di Morowali Utara dan Morowali itu," jelas Anwar Hafid.

Gubernur Anwar Hafid menegaskan ruas jalan Buleleng - Matarape selama ini kurang ditangani oleh pemerintah, mungkin karena persoalan anggaran. Oleh sebab itu kami meminta partisipasi dalam bergotongroyong memperbaiki jalan tersebut.

Gubernur Anwar Hafid mencontohkan untuk jalan Nasional yang berada dalam wilayah PT.BTIG dan IMIP, mereka bertanggungjawab mengerjakan sendiri sebagian ruas jalan nasional yang rusak.

Sedangkan untuk ruas jalan provinsin Towi - Kolonodale Gubernur Anwar Hafid mengatakan pada 1 Juli 2026 ini akan dilakukan Groundbreaking.

"Pembangunan jalan Towi–Kolonodale itu dikerjakan sendiri secara gotongroyong oleh 16 Perusahaan tambang di daerah itu. Sedangkan Pemprov hanya mengawasinya dan menerima hibah sebagai aset setelah selesai dikerjakan oleh konsorsium ke 16 perusahaan tambang itu,"ujar mantan bupati Morowali dua periode itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Binatarung Sulteng Faidul Keteng menjelaskan bahwa jika perbaikan jalan-jalan provinsi itu digotongroyong oleh puluhan perusahaan tambang itu, maka hanya sekitar 1 kilometer saja menjadi tanggungjawab setiap perusahan dengan anggaran sekitar Rp, 5 miliyar saja setiap perusahaan tambang itu.

Dari 32 perusahaan tambang yang hadir dalam rapat koordinasi gotongroyong perbaikan jalan dengan skema pembiayaan dari dana CSR itu, semua sepakat dan mendukung tawaran kemitraan gotongroyong perbaikan jalan provinsi oleh Dinas Binatarung Pemprov Sulteng.

Diantaranya Fatan dari PT.Graha Istika Utama, PT.Bima Cakra Perkasa Mineralindo Atao Ura, PT.Bintang Sinar Perkasa dan perusahaan tambang lainnya mengaku siap mendukung program gotongroyong perbaikan jalan provinsi di wilayah Sulteng. 

Untuk gotongroyong perbaikan ruas jalan provinsi itu pihak Pemprov Sulteng akan melakukan penandatangan M.O.U dengan semua perusahaan tambang pemegang IUP dan teknisnya dilakukan lagi penandatanganan SPK (Surat Perjanjian Kerjasama) bergotongroyong memperbaiki ruas jalan provinsi yang rusak.****

Editor : Muhammad NurNas.

PORTALMETRO.ID

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp