Advertorial Breaking Featured

Panen Raya Padi di Toili,PLN UP3 Luwuk Hadir Jaga Kendala Listrik dalam Kunjungan Menteri Pertanian dan Gubernur Sulteng

Share berita ini
Panen Raya Padi di Toili,PLN UP3 Luwuk Hadir Jaga Kendala Listrik dalam Kunjungan Menteri Pertanian dan Gubernur Sulteng
Panen Raya Padi di Toili,PLN UP3 Luwuk Hadir Jaga Kendala Listrik dalam Kunjungan Menteri Pertanian dan Gubernur Sulteng
Panen Raya Padi di Toili,PLN UP3 Luwuk Hadir Jaga Kendala Listrik dalam Kunjungan Menteri Pertanian dan Gubernur Sulteng

PORTALMETRO.ID, Banggai — Panen Raya Padi dan kegiatan tanam padi menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, pemerintah daerah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong modernisasi sektor pertanian.

Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan persawahan dataran Toili, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (10/9/2026), dihadiri Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., bersama Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran PT PLN (Persero) UP3 Luwuk turut hadir sebagai bagian dari dukungan dan sinergi lintas sektor dan menjaga Kendala Listrik dalam Kunjungan Menteri Pertanian dan Gubernur Sulteng.

Mereka di antaranya adalah Andi Muhammad Irliansyah Dwiguna, Assistant Manager Perencanaan; Ridwan Bogie Rismawan, Manager manager PLN ULP3 Luwuk; Riswanda, Manager PLN ULP Toili; Muhammad Abrar Mursalim, TL K3L PLN ULP Toili serta Fandri Daeng Mapato PLN ULP Toili.

Melalui kehadirannya dalam kegiatan tersebut, PLN UP3 Luwuk menegaskan komitmennya untuk terus hadir menjaga keandalan listrik sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan masyarakat, pertanian, dan pembangunan daerah.

Kehadiran jajaran PLN tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi berbagai sektor dalam mendukung kegiatan pembangunan, khususnya pengembangan kawasan pertanian yang membutuhkan dukungan infrastruktur dan energi yang andal.

Toili Didorong Jadi Percontohan Pertanian Modern

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mendorong dataran Toili, Kabupaten Banggai, agar berkembang menjadi salah satu kawasan percontohan pertanian modern di Indonesia.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan produktivitas padi dapat meningkat hingga 10 ton gabah per hektare. Target tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.

Menurut Anwar Hafid, Kabupaten Banggai memiliki posisi strategis karena merupakan salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Tengah.

“Banggai ini adalah lumbung pangan Sulawesi Tengah. Karena itu, saya membawa Pak Menteri datang ke Banggai,” ujar Anwar Hafid.

Gubernur mengatakan, kunjungan Menteri Pertanian ke dataran Toili menjadi kesempatan untuk melihat langsung potensi besar sektor pertanian Sulawesi Tengah, khususnya hamparan persawahan yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui teknologi dan mekanisasi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banggai, kelompok masyarakat, petani, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Perkuat Brigade Pertanian

Anwar Hafid juga memaparkan langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperkuat Brigade Pertanian melalui penyediaan alat dan sarana pertanian dengan sistem pinjam pakai.

Menurutnya, pola tersebut diterapkan agar sarana pertanian dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh petani sekaligus terjaga dan terawat.

“Kita tidak lagi menyalurkan kepada kelompok-kelompok. Kita hanya pinjam pakai. Kalau dirawat, kita simpan terus. Kalau tidak dirawat, kita tarik,” tegasnya.

Ia berharap Brigade Pertanian dapat menjadi fasilitas bersama yang memberikan manfaat bagi seluruh petani, bukan hanya kelompok tertentu.

Dukungan alat dan mesin pertanian, kata Anwar, akan membantu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi petani.

Target 10 Ton per Hektare

Gubernur menegaskan bahwa masa depan pertanian Sulawesi Tengah harus diarahkan menuju sistem pertanian modern yang mengandalkan teknologi dan mekanisasi.

“Kami sangat merindukan, sesuai dengan cita-cita Pak Menteri, bahwa pertanian sekarang harus modern. Insyaallah, mudah-mudahan Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah percontohan untuk pertanian modern,” ujarnya.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan hasil produksi padi mencapai 10 ton gabah per hektare.

“Pokoknya kita usahakan 10 ton satu hektare, karena hanya dengan cara itu petani kita akan sejahtera,” kata Anwar Hafid.

Ia menekankan bahwa peningkatan produktivitas tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, masyarakat, serta pihak terkait lainnya.

Kegiatan Panen Raya Padi dan Tanam Padi dengan metode PM-AAS di dataran Toili menjadi simbol optimisme terhadap pengembangan pertanian modern di Sulawesi Tengah.

Dengan dukungan teknologi, mekanisasi, sarana produksi, pupuk, kepastian harga hasil pertanian, serta infrastruktur pendukung, dataran Toili diharapkan mampu semakin memperkuat perannya sebagai salah satu sentra pangan sekaligus menjadi kawasan percontohan pertanian modern.

Kehadiran PLN UP3 Luwuk menegaskan komitmennya untuk terus hadir menjaga keandalan listrik sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan masyarakat, pertanian, dan pembangunan daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Banggai, Wakil Bupati Banggai, para pejabat Kementerian Pertanian, Ketua DPRD Kabupaten Banggai, jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Forkopimda Kabupaten Banggai, Dinas Pertanian, para camat, kepala desa, penyuluh pertanian, kelompok tani, petani, serta masyarakat dataran Toili.****

Desain Komunikasi Visual & Editor: Muhammad NurNas Islam.

Reporter: Jefri Lengkong.

Chat with us on WhatsApp